Selasa, 02 Oktober 2012

Mengkonfirmasi kebutuhan klien dan perangkat jaringan

Mengkonfirmasi kebutuhan klien dan perangkat jaringan

1.Mengkonfirmasi kebutuhan klien dan perangkat jaringan Kebutuhan pelanggan ditegaskan dan divalidasi sesuai permintaan.
Lingkup permintaan layanan internet ditentukan dengan menyerahkan pada kebutuhan pelanggan.
Pertimbangan diberikan untuk redundansi dengan menyerahkan pada fault tolerance, backup link dan konfigurasi gateway.
Komponen jaringan berupa perangkat keras dan perangkat lunak diidentifikasi sesuai permintaan.
Spesifikasi perangkat ditegaskan dan ketersediaan komponen dijamin. Pembuatan spesifikasi perangkat jaringan komputer
Penjelasan spesifikasi perangkat jaringan komputer dari sisi teknis dan ekonomis.
Penjelasan fungsi perangkat jaringan komputer.
Penjelasan kelebihan/feature dan kelemahan dari setiap perangkat jaringan komputer.
Penjelasan kualitas koneksi Internet berdasarkan content , Rasio dan harga.

Mengidentifikasi spesifikasi perangkat jaringan komputer.
Memaparkan produk jaringan komputer dari setiap vendor.
Menjelaskan fungsi perangkat jaringan komputer.
Menjelaskan lingkup layanan internet.
Mengidentifikasi perangkat jaringan komputer yang akan di konfigurasi
Menentukan Internet Service Provider berdasarkan pertimbangan kualitas dan harga. Tes tertulis
Merangkum materi dan modul
Laporan hasil praktikum
Tugas artikel dari internetKeaktifan peserta didik dalam kelas 6 16 4 Buku Konsep instalasi dan keamanan jaringan
Internet
Majalah Internet

Tools untuk Monitoring jaringan LAN dengan Networkactiv PIAFCTM

Tools untuk Monitoring jaringan LAN dengan Networkactiv PIAFCTM



Pada kesempatan kali ini saya berusaha sedikit mengulas tentang tools untuk monitoring jaringan LAN/Internet anda.

NetworkActiv PIAFCTM is a network data capturing utility that provides both packet capturing and HTTP (Web) based file capturing. This can allow you to see the data coming in from- and going out to- your computer, such as instant messages, e-mails, and Web pages. With the built-in HTTP file decoding system, you can capture and save Web page files that are transferred (which happens when you load a page). These files can include the HTML and other text, as well as the pictures and flash videos. PIAFCTM is stand-alone and does not require any third-party components.

Saya menggunakan NetworkActiv PIAFCTM http://www.networkactiv.com/PIAFCTM.html, kemudahan dari software ini adalah installasi yang tidak sulit dan proses monitoring yang sangat real time.

jika kita lihat disini ada 4 macam cara monitoring:

1.Monitoring Packet mode

2. Monitoring file Mode


3.Monitoring Graphical paket mode


4. Monitoring Statistic mode


Dengan tools ini mudah2an dapat membantu rekan administrator jaringan sekalian untuk membantu analisa jaringannya, mulai dari From IP to IP, From Port to Port dan besarnya paket yang dikirimkan.

\

Langkah Menguji Server

Langkah Menguji Server
Pastikan kabel jaringan UTP telah terpasang dengan benar. Jika tidak ada switch hub, Anda harus membuat sambungan kabel dengan cara silang(cross), yaitu kabel ke-1 dihubungkan dengan kabel ke-3, dan kabel ke-2 dihubungkan dengan kabel ke-6.
Atur BIOS komputer klien agar urutan pertama booting adalah floppy.
Perhatikan tampilan di layar klien, yang harus menunjukkan keberhasilan mendapatkan alamat IP dari DHCP server. Baris-baris yang menunjukkan koneksi jaringan berhasil, antara lain sebagai berikut:
Lalu klien akan menjalankan Linux yang ada di server NFS Edubuntu(/opt/ltsp/i386). Jika konfigurasi X Window yang ada di server chroot(/opt/ltsp/i386) sesuai dengan kartu grafis yang ada di klien, monitor klien akan menampilkan menu login dengan ldm(LTSP display manager) yang mirip dengan gdm(GNOME display manager).
Login dengan salah satu user name yang telah Anda daftarkan di server. Jika user memiliki akses penyimpanan eksternal,maka semua partisi HD/usb-disk yang telah dimount server, dan di klien akan terlihat sebagai ikon-ikon di klien.
Anda dapat mengakses usb-disk di klien.
Untuk mematikan klien,Anda harus logout lebih dahulu di klien,kemudian ketika muncul menu login, klik ikon di pojok kiri bawah. Ikon kedua di sebelah kanan berfungsi untuk mereboot klien.
terakhir disunting 2007-07-21 04:58:52 oleh linux user
Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu dan Canonical adalah merek terdaftar dari Canonical Ltd.Kontak — Lisensi — Indeks




Uji koneksi diperlukan untuk menguji program Citrix yang di install pada server. Hal ini sangat penting sebelum kita menguji Server Citrix di client yang menggunakan sistem jaringan.. Apabila sistem instalasinya benar maka ketika dilakukan pengujian akan lancar-lancar saja dan tidak ada problem. Uji Koneksi ini membuat seolah-olah komputer server berfungsi sebagai client yang dapat dihubungkan dengan server. Dalam hal ini komputer server memanfaatkan fasilitas Multitasking yang ada pada setiap program Windows. Langkah-langkah Uji Koneksi adalah sebagai berikut :

1. Pada layar Desktop klik icon Citrix Program Neighborhood, kemudian setelah muncul "Citrix Program Neighborhood - Custom ICA Conection " klik Add ICA Connection untuk membuat nama koneksi.

2. Untuk type koneksi ke Server Citrix pilihan defaultnya menggunakan "Local Area Network" klik Next untuk melanjutkan proses pembuatan uji koneksi.

3. Tuliskan deskripsi nama uji koneksi ini dengan nama Tes, pilih nama ICA Server untuk koneksinya pilihan yang ada hanya satu yaitu "SERVER" sedangkan bilamana dalam jaringan ada 2 server maka pilihan yang muncul adalah dua, sesuai dengan nama ICA Server klik Next untuk melanjutkan.

4. Untuk "User Name" sementara ketik Administrator, sedangkan Password dan Domain dikosongkan saja. Klik Next untuk melanjutkan proses berikutnya. Sedangkan default display gunakan default dari yang ditampilkan. Pada pilihan Window Color ada pilihan 16 dan 256 Color, sedangkan Windows Size memiliki pilihan 640x480, 800x600 dan 1024x768. Option-option ini dapat digunakan apabila komputer server yang diset telah memenuhi setting yang diatas. Bila tidak gunakan defaultnya saja.

5. Untuk nama aplikasi yang akan dijalankan pada desktop dan tempat penyimpanan file pada direktori untuk sementara dikosongkan dulu sebab untuk saat ini terbatas hanya untuk pengujian saja, klik Next untuk melanjutkan. Setelah itu maka proses telah dianggap sukses dan klik "Finish" untuk mengakhiri proses pembuatan uji koneksi ini.

6. Bilamana proses telah selesai maka pada folder "Citrix Program Neighborhood" akan muncul icon "Tes" klik icon tersebut mencoba uji koneksi yang telah dibuat.

7. Bilamana koneksi berhasil maka kan muncul pesan untuk memasukan User Name dan Password pada layar Log-On Windows NT . Layar pembuka ini layaknya seperti kita membuka sebuah Windows yang baru. Dengan demikan silahkan masukan User Name : Administrator dan Password disesuaikan dengan password yang dibuat. Sedangkan untuk membuat user name yang lain dapat dilakukan melalui Administrave Tools (Common) pada Windows NT.

8. Untuk menguji protolol yang lain ( NetBios) maka buat lagi Uji Koneksi yang kedua dengan nama Tes-2 dengan pilihan Protokol buka TCP/IP tetapi pilihannya adalah NetBios. Hal ini sangat penting dilakukan guna memastikan bahwa sistem ini akan berjalan dengan sempurna baik dengan menggunakan DiskBoot maupun RomBoot.


Server MySQL sekarang sudah beroperasi oleh user dan tetap akan beroperasi seperti umumnya server Web atau server FTP sampai komputer anda shut down. Untuk menguji apakah server anda telah beroperasi dengan baik, ketikan perintah berikut:
% bin/mysqladmin -u root status
Anda akan melihat tampilan beberapa statistik MySQL server anda. Jika anda melihat ada pesan error, artinya ada sesuatu yang salah. Jika anda melihat kembali langkah instalasi anda, maka anda akan bisa melihat dimana kesalahan anda dan segera diperbaiki.
Jika anda ingin melakukan setup server MySQL secara otomatis, anda harus melakukan setup script mysql.server. Di dalam sub direktori share/mysql dari direktori MySQL, anda akan menemukan sebuah script yang disebut mysql.server yang dapat ditambahkan ke dalam rutin sistem startup anda agar setup otomatis dilakukan.
Misalkan anda sudah melakukan setup user special MySQL untuk menjalankan server MySQL, anda harus melakukan edit script file mysql.server sebelum anda memakainya. Bukalah file itu melalui tex editor anda dan ubahlah seting script mysql_daemon_user dan disesuaikan dengan user yang sudah anda buat tadi: mysql_daemon_user=mysqlusr
Melakukan seting terhadap script tersebut akan memungkinkan anda bisa mengoperasikan MySQl server anda pada saat startup komputer anda. Jika anda tidak memakai Linux RedHat dan anda tidak pasti tahu bagaimana melakukannya, sebaiknya anda bertanya kepada seseorang yang berpengalaman. Dalam Linux RedHat, perintah berikut (mulai dalam direktori MySQL) akan melakukan trik untuk tujuan diatas:
% cp share/mysql/mysql.server /etc/rc.d/init.d/% cd /etc/rc.d/init.d% chmod 500 mysql.server% cd /etc/rc.d/rc3.d% ln -s ../init.d/mysql.server S99mysql% cd /etc/rc.d/rc5.d% ln -s ../init.d/mysql.server S99mysql

Mengkonfigurasi Server Extensions

Mengkonfigurasi Server Extensions


-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

Setelah pendefinisian web site telah selesai, maka dilanjutkan dengan

pengaturan konfigurasi server extension. Dengan langkah sebagai berikut :

1. Dari menu IIS, kemudian pilih dan klik tombol action >> All Tasks >> Configure

Server Extension, hingga muncul tampilan seperti pada gambar 17 berikut :

2. Kemudian muncul tampilan selamat dating pada program server extension

configurations, seperti pada gambar 18 berikut :



-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

3. Kemudian pilih Next, hingga muncul tampilan pembuatan kelompok windows

seperti tampak pada gambar 19 berikut :

Gambar 19. Pembuatan group windows

4. Pilih Next, hingga muncul tampilan seperti pada gambar 20 berikut :

Gambar 20. Pemilihan user yang punya pengaturan hak akses web site

5. Pilih Next, sehingga akan muncul tampilan untuk pengisian email server yang

tampak pada gambar 21. Pada dialog ini kita pilih No, I’ll do it latter. Hal ini karena



-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

pada Windows 2000 server belum dilengkapi dengan program mail server. Sehingga

untuk penggunaan email, perlu bantuan program yang lain.

Gambar 21. Pengisian pengaturan mail server

6. Selanjutnya kita pilih Next, hingga muncul tampilan finish yang menginformasikan

bahwa kegiatan konfigurasi server extension sudah selesai, yang tampak pada gambar

22 berikut.

Gambar 22. Konfirmasi bahwa konfigurasi web server sudah selesai.



-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

3. Mengkonfigurasi DNS (Domain Name Sytem ) Server

DNS merupakan suatu protocol yang berfungsi untuk menjembatani antara

alamat jaringan dalam bentuk IP addres yang berupa angka – angka menjadi kata –

kata yang mudah di ingat dan dapat menjadi identitas dari suatu lembaga. Dalam

konfigurasi DNS Server ini terdiri dari dua kelompok, yaitu :

A. Mendefinisikan New Zone

Jalankan program DNS dengan cara pilih tombol Start >> Program >>

Administrativ Tools >> DNS, hingga muncul tampilan seperti pada gambar 23

berikut.

2. Buat New Zone dengan cara klik Action lalu pilih New, seperti pada gambar 24.

-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

Gambar 24. Pembuatan New Zone

3. Sehingga akan muncul tampilan ucapan selamat datang dalam pembuatan new

zone seperti pada gambar 25.

Gambar 25. Tampilan Welcome to New Zone Wizard

4. Pilih Next, hingga muncul tampilan pemilihan zone type lalu pilih standard
primary seperti pada gambar 26.

-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

Gambar 26. Pemilihan zone type

5. Pilih Next, hingga muncul tampilan pengisian nama zone yang mau dibuat. Ketik

movingcel.com, seperti pada gambar 27.

Gambar 27. Pengisian nama zone yang baru dibuat

6. Pilih Next, hingga akan tampil nama file movingcel.com.dns sebagai tanda telah

berhasil pembuatan zone baru movingcel.com, yang tampak pada gambar 28.

-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

Gambar 28. Pembentukan file zone : movingcel.com.dns

7. Pilih Next, sehingga akan muncul informasi bahwa pembuatan zone baru secara

terpandu telah selesai, lalu tekan tombol finish untuk mengakhiri proses pembuatan

zone movingcel.com, seperti pada gambar 29.

Gambar 29. Konfirmasi pembuatan zone movingcel.com sudah selesai.

8. Setelah tombol finish ditekan, maka akan tampil jendela zone yang sudah dibuat

movingcel.com seperti pada gambar 30.

B. Mendefinisikan New Host

Dalam pendefinisian new host ini dimaksudkan agar alamat web menjadi komplit dari

yang movingcel.com menjadi www.movingcel.com. Langkah langkah pembuatan

new host adalah sebagai berikut :

1. Dari tampilan DNS kemudian cari nama web site yang sudah dibuat dalam zone

create, seperti pada gambar 31.

Gambar 31. Tampilan Zone yang sudah didefinisikan

Halaman 18 dari 25

-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

2. Dari tampilan DNS kemudian pilih tombol action atau pilih movingcel.com
kemudian klik kanan hingga muncul menu pop up, lalu klik new host seperti pada
gambar 32.

Gambar 32. Pembuatan New Host

3. Pilihan pembuatan new host akan memunculkan menu new host seperti pada

gambar 33.a lalu kit isi name : www dan ip address : 219.200.20.231 seperti pada

gambar 33.6.

Gambar 33.a. Tampilan new host

Gambar 33.b. Pengisian new host



-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

4. Pada gambar 33.b pilih tombol Add Host lalu tekan tombol Done, sehingga jika

proses pembuatan berhasil akan muncul tampilan yang memberikan informasi bahwa

pembuatan new host telah sukses, seperti pada gambar 34.

Gambar 34. Konfigurasi dns pembuatan new host telah sukses.

5. Kemudian muncul tampilan lanjutan pembuatan new host seperti pada gambar 35.

Gambar 35. Pilih done untuk mengakhiri pembuatan new host

Halaman 20 dari 25

-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

6. Dengan menekan tombol done, maka akan muncul menu DNS dengan tambahan

www pada bagian forward zone movingcel.com, seperti pada gambar 36.

Gambar 36. Hasil pembuatan new host

4. Melakukan pengaturan property web site

Pengaturan ini dimaksudkan agar setiap kita mengakses web site dengan

mengetikan alamat www.movingcel.com pada address bar program browser (internet

explorer) maka server akan mengarahkan kita untuk membuka file index.html sebagai

halaman utama web site tersebut. Langkah pengaturan web site sebagai berikut:

1. Masih dari program IIS, kemudian pilih nama web site yang ada : movingcel.com

lalu pilih tombol action, hingga muncul menu pop up lalu klik tombol properties

seperti pada gambar 37.


-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

Gambar 37. Pengaturan properti web site movingcel.com

2. Pemilihan menu properties pada movingcel.com akan memunculkan dialog
properties seperti pada gambar 38.

Gambar 38. Menu movingcel.com properties

3. Pilih tab Documents untuk pembuatan file index.html dengan cara pilih tombol add
lalu ketik nama file : inde.html pada kotak isian seperti pada gambar 39.

-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

Gambar 39. Pembuatan file index.html pada movingcil.com properties

5. Pembuatan file index.html sudah berhasil, tampak pada gambar 40.a dengan

posisi masih dibawah, sehingga perlu digeser keatas dengan menekan tombol

naik di sebelah kiri nama file hingga berada paling atas seperti gambar 40.b.

Gambar 40.a. File index.html yang
sudah jadi masih di bawah.

5. Proses pengaturan web site : movingcel.com sudah selesai, lalu tekan tombol ok

maka web site sudah dapat di jalankan dengan cara membuka program browser

(internet explorer) dari komputer server dan komputer yang lain, lalu pada bagian

Gambar 40.b. File index telah di geser
ke posisi atas

Halaman 23 dari 25

-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

address bar ketik : http://www.movingcel.com Jika mampu program browser mampu

menampilkan halaman seperti gambar 41, maka proses konfigurasi web server (IIS)

dan DNS server telah berhasil. Jika belum maka ulangi langkah- langkah tersebut

diatas dengan teliti dan hati – hati.

Gambar 41. Web site www.movingcel.com yang berada di komputer server dan
diakses dari komputer yang lain dari jaringan LAN.

D. Kesimpulan

Dengan adanya program IIS sebagai web server, menjadikan Windows 2000

server dapat dijadikan web server yang dapat digunakan pada jaringan local (LAN)

maupun jaringan dunia (internet). Sedangkan DNS Server mempunyai kemampuan

untuk mengubah alamat yang berupa angka – angka IP addres yakni : 219.200.20.231

menjadi kata – kata yang mudah diingat, yakni : www.movingcel.com . Dengan

demikian adanya kombinasi antara IIS dan DNS kita dapat menjadikan suatu

komputer sebagai web server yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, baik



-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-

untuk pendidikan, administrasi pemerintahan maupun kegiatan bisnis yang bersifat

local atau internasional.




Contoh diagram LTSP pada distro BlankOn








Spesifikasi server


Penggunaan memori pada server mengacu pada formula 256 MB (minimal per-client) ditambah ram yang digunakan untuk server (512 MB)



Sebagai Contoh: kita menggunakan 6 buah client, sehingga jumlah memori yang dibutuhkan server adalah sebesar 256×6=1536 MB (untuk client), ditambah 512 MB untuk server itu sendiri, jadi jumlah RAM yang harus disediakan adalah 2048 MB (2 GB)


Spesifikasi Client


Pocessor yang digunakan client minimal 180 MHz (disarankan 300 MHz ke atas)



Memori yang digunakan minimal 16 MB (disarankan 32 MB ke atas)



Video Card yang digunakan minimal 16 MB (disarankan 32 MB ke atas)



LAN Card yang sudah mendukung Boot PXE, jika komputer belum mendukung Boot lewat LAN bisa menggunakan Boot Room CD (http://etherboot.org/wiki/index.ph)




Kebutuhan Lain


DHCP



Kabel UTP



Kepala RJ45



CD ROM


Keuntungan Menggunakan LTSP


Memanfaatkan kembali komputer tua yang sudah jarang dipakai.



Sekali install Aplikasi di Server semua client otomatis sudah terpasang aplikasi tersebut sehingga lebih mudah mengatur dan mengontrol Client (siswa)


Catatan

Dalam perkembangannya saat ini LTSP dapat diset secara berimbang antara server dan client, kita bisa menentukan aplikasi-aplikasi apa yang jalan di client tanpa membebani server (menggunakan ltsp-localapps), hal ini sangat sesuai bila kita memiliki client dengan spek komputer yang tinggi.


Setelah sedikit memahami apa itu Sistem LTSP, sangat tidak maksimal jika untuk memonitor kegiatan siswa masih memakai cara manual (bolak-balik dari meja siswa satu ke siswa lainnya) untuk mempermudah dalam memonitor siswa (client) dibutuhkan satu aplikasi yang mudah digunakan oleh seorang guru, dalam hal ini aplikasi yang digunakan adalah iTALC


Apa itu iTACL?


iTalc adalah Aplikasi yang digunakan untuk memonitor komputer dalam jaringan.



Aplikasi ini fungsinya untuk melihat dan mengontrol komputer Client dalam jaringan melalui komputer server.



Aplikasi ini dapat digunakan pada Linux dan Windows, bahkan dapat digunakan pada Sistem Operasi campuran.

Sumber; http://italc.sourceforge.net/



Contoh Tampilan iTACL pada Server


Keuntungan Menggunakan iTALC


Lebih mudah dalam mengatur dan mengontrol kegiatan client (siswa), sehingga lebih mudah dalam melakukan pengajaran.


Demikian Tulisan singkat saya mengenai LTSP dan iTALC sebagai aplikasi yang sangat mudah untuk di implementasikan pada Komputer tua yang berserakan di Gudang agar bisa di gunakan kembali, walau sekarang jaman Cloud Computing tapi sistem ini masih sangat layak digunakan.

Sampai jumpa pada tulisan saya berikutnya yang mengulas cara Intallasi Aplikasi LTSP dan iTACL.
Mengenal Komponen Server: Tipe RAID dan Tingkatannya

Secara sederhana, RAID adalah sebuah cara menggabungkan sekelompok hard disk untuk membentuk satu “virtual” drive. Tujuannya bukan hanya sekedar untuk mendapatkan ruang yang lebih besar, tetapi juga membangun perlindungan data dengan fungsi redundansi / melakukan duplikasi data dalam drive tambahan. Oleh karena itu, bila kelak salah satu drive gagal/down, maka data akan tetap aman dan tersedia. Singkatnya, RAID menyediakan dua keunggulan utama: ruang dan keamanan data. Nah, dalam artikel berikut saya akan berbicara mengenai RAID beserta tingkatan, kelebihan dan kekurangannya.















A. TIPE RAID

Ada dua tipe implementasi RAID. Yaitu:

Software RAID: Semua konfigurasi ditangani oleh sistem operasi/software. Keuntungan dari RAID software yang sangat murah, karena tidak perlu membeli perangkat keras tambahan untuk mengelola RAID. Tetapi karena tidak dikelola oleh hardware sendiri, maka kelemahannya adalah dia butuh sumber daya memori dan daya CPU tambahan dari komputer.

Hardware RAID: Semua informasi tentang konfigurasi RAID disimpan dalam interface card dalam bentuk perangkat keras. Keuntungannya adalah meningkatkan kinerja. Karena semuanya ditangani oleh interface card, sehingga komputer tidak tidak perlu menggunakan memori atau daya CPU untuk menjalankan RAID.

Dulu sekali, Hardware RAID bisa dikatakan jadi primadona. Namun seiring berkembangnya waktu, multi-core CPU dan memori sudah bisa didapatkan dengan harga yang semakin terjangkau dan semakin mumpuni kualitasnya. Maka dengan CPU yang lebih cepat, Software RAID pun sekarang bisa melakukan kinerja sebaik Hardware RAID dan bahkan bisa lebih cepat dalam beberapa kasus.

B. LEVEL RAID

Tingkatan RAID pada dasarnya merupakan cara / teknik konfigurasi hard drive. Setiap level memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang unggul di sisi ruang /storage tetapi lemah di sisi keamanan datanya, ada yang unggul di sisi keamanan namun lemah kinerjanya, dsb. Pada dasarnya tidak ada yang “terbaik” untuk RAID. Masing-masing dari level berikut bisa dikatakan “terbaik” tergantung dengan situasinya. Jadi terserah kebijaksanaan kita untuk menentukan.
Raid
0

Dengan RAID 0, kita menggunakan dua / lebih hard disk yang bertindak seolah-olah mereka satu hard disk. Raid 0 diibaratkan memiliki “0″ perlindungan. Bahkan karena kita menggunakan dua hard disk maka kita memiliki dua kali risiko kehilangan data. Karena bila salah satu drive mengalami error, maka kita terancam kehilangan data.

Kelebihan:
RAID 0 menggunakan ruang hard disk secara maksimal karena tidak ada redundasi data.
RAID 0 punya kecepatan yang lebih karena lebih banyak ruang dari dua hard disk yang dijadikan satu.

Kekurangan:
Tidak ada perlindungan. Jadi jika kita kehilangan satu hard disk tunggal, data kita akan hilang.
Karena kita menggunakan dua hard drive tanpa redundansi, maka resiko kita jadi dua kali lipat. Makanya akan lebih aman untuk menyimpan data dalam hard disk tunggal, misalnya bila kita menyimpan file 10MB dimana masing-masing drive menerima 5MB, maka jika salah satu drive rusak, kita hanya kehilangan data 5MB.

Kapan pakainya:

Raid 0 lebih pas digunakan oleh orang-orang yang mengutamakan ruang tetapi tidak peduli tentang kehilangan data mereka. Jadi di kondisi apa kita menggunakan RAID 0? Salah satu contohnya adalah sebagai server backup yang murah. Katakanlah kita punya banyak harddisk lama yang sudah tidak dipakai lagi, kemudian ingin membuat cadangan/backup data tetapi harddisk tua kita tidak cukup besar untuk pekerjaan itu. Maka kita bisa tempatkan semua hard disk yang ada untuk membentuk array RAID 0 dan menggabungkan kapasitas hardisk yang sudah ada. Tetapi pastikan data-data yang masuk ke server ini adalah hanya untuk tujuan backup/cadangan.

Raid
1

Dalam RAID 1 terjadi mirrorring antar hard disk. Sehingga dia menyediakan redundansi jika salah satu disk mengalami error. Tidak seperti RAID 0 di mana semua space digabungkan, RAID 1 hanya menggunakan setengah ruang karena drive kedua digunakan untuk redundansi. Dengan syarat kedua hard drive ukurannya harus sama.

Kelebihan: Redundansi dan Kecepatan.

Kekurangan: Space hard disk tidak digunakan secara efisien. Karena kedua hard disk adalah salinan satu sama lain, hanya setengah dari ukuran jumlah gabungan yang digunakan.

Kapan pakainya: RAID 1 memakan ruang/space hard disk, tetapi lebih baik untuk kecepatan dan redundansi. Ini jadi pilihan yang baik untuk menjalankan sistem operasi. Server pada umumnya memiliki dua level RAID. RAID 1 yang berisi sistem operasi saja dan RAID tingkat kedua (biasanya RAID 5) untuk penyimpanan/storage.

RAID
5

RAID 5 adalah tingkat atau level yang paling populer digunakan di server saat ini. Dengan RAID 5 kita bisa memiliki performa dan efisiensi penggunaan ruang. Dalam RAID 5 redundansi didistribusikan di antara semua drive. Jumlah minimum dari drive yang dapat digunakan pada RAID 5 adalah tiga.

Kelebihan:
Efisiensi penggunaan kombinasi harddisk.
Toleransi kesalahan: Jika salah satu hard disk down/error maka data tetap aman.

Kekurangan:
Kecepatan RAID 5 tidak secepat RAID 0 atau 1.
Jika lebih dari satu hard disk mengalami error, maka data terancam hilang.

Kapan menggunakan: RAID 5 adalah pilihan terbaik untuk data storage, karena efisien dalam penggunaan ruang dan menyediakan redundansi data.

RAID
6

RAID 6 pada dasarnya sama dengan RAID 5, dengan perbedaan dua drive bisa down pada saat yang sama bukan hanya satu. Jumlah minimum dari drive yang dapat digunakan dengan RAID 6 adalah empat.

Kelebihan: Meskipun dua hard disk down bersamaan, data kita tetap aman.

Kekurangan:
Space total hard drive sangat berkurang karena lebih banyak dialokasikan untuk partisi redundansi.
Kecepatan RAID 6 tidak secepat RAID 0 atau 1.
Proses rebuilt lebih lambat. Ketika drive down, maka perlu rebuilt kembali. Kinerja akan menurun jauh bila dibandingkan dengan metode RAID lainnya.

Kapan menggunakan:

RAID 6 baik digunakan untuk media storage. Sebab pada dasarnya RAID 6 sama dengan RAID 5 dengan keamanan data yang lebih baik. Namun akibatnya, kita akan kehilangan sekitar 40% dari ruang gabungan total.

RAID
Z

Raid Z dan RAID Z2 adalah penemuan Sun Micro System. RAID Z memiliki semua manfaat dari RAID 5 dan fitur lainnya yang membuatnya jauh lebih unggul. Seperti dengan RAID 5, RAID Z dapat mendukung sejumlah hard disk yang bekerja sama dan satu disk untuk redudansi. Jumlah minimum dari hard disk adalah tiga dan hanya satu yang bisa down pada suatu waktu. Jika lebih dari satu hard disk rusak pada saat yang sama, maka kita beresiko kehilangan data.

Kelebihan: Memiliki semua kelebihan dari RAID 5 dan fitur lainnya.

Kelemahan: Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau sistem berbasis BSD seperti FreeBSD.

Kapan menggunakan: RAID Z adalah level RAID terbaik untuk penyimpanan/storage. Pada dasarnya RAID Z melengkapi hampir semua kekurangan dari RAID tingkat sebelumnya dan menambahkan banyak fitur baru. Namun hanya bisa digunakan dengan sistem berbasis Solaris dan BSD. RAID Z sangat baik untuk digunakan dalam NAS / lainnya untuk penyimpanan data berskala besar.

RAID
Z2

Raid Z2 hampir identik dengan Raid Z dan mirip dengan RAID 6. Dalam RAID Z2, meski dua hard disk bisa down di waktu bersamaan namun data akan tetap aman dan mudah diakses. Sama seperti RAID Z, RAID Z2 jauh lebih unggul dengan RAID 6 karena di dalamnya terdapat banyak fitur lainnya. Jumlah minimum drive untuk menggunakan RAID Z2 adalah empat.

Keuntungan:
Data lebih aman meski dua drive bisa down pada saat yang sama bukan hanya satu.
Memiliki semua manfaat dari RAID Z.

Kekurangan:
Dua hard disk digunakan untuk paritas, sehingga ukuran jumlah gabungan space sangat terbatas.
Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau sistem berbasis BSD seperti FreeBSD.

Kapan menggunakan: Sama seperti RAID Z tetapi dilengkapi dengan tambahan tingkat keamanan. Tidak untuk digunakan jika butuh space yang besar.


RAID 10

RAID 10 adalah gabungan dari RAID 1 + RAID 0. Makanya dia bisa memberikan optimasi untuk toleransi kesalahan. Dimana RAID 0 memiliki kecepatan yang lebih karena lebih banyak ruang dari dua hard disk yang dijadikan satu, sedangkan RAID 1 memberikan mirroring disk untuk redundansi. Dalam beberapa kasus, RAID 10 menawarkan data yang lebih cepat membaca dan menulis daripada RAID 5 karena tidak perlu mengelola paritas. Minimum harddisk yang bisa digunakan adalah 4 hard disk.

Keunggulan:
Memiliki manfaat dari kecepatan dari RAID 0 dan Mirroring dari Raid 1.
Tingkat keamanan terhadap kemungkinan hilangnya data yang lebih baik dari penggunaan sebuah harddisk.

Kelemahan:
Memiliki segala kekurangan yang dimiliki RAID 1 dan RAID 0.
Kegagalan disk memiliki efek pada throughput, meskipun hal ini masih dapat ditoleransi.
SISTEM OPERASI JARINGAN


Sistem operasi jaringan merupakan sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan yang didesain terutama untuk mendukung printer sharing, common file system dan database sharing, application sharing dan kemampuan untuk me-manage suatu network name directory, system keamanan, dan pengawasan segala aspek jaringan.

Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.

Perangkat lunak dalam sebuah jaringan komputer terdiri dari dua perangkatutama, yaitu:

• Perangkat lunak sistem operasi jaringan.

• Sistem aplikasi yang digunakan untuk bekerja

Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah

Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win XP, Win NT, Win Vista)
Unix
San Solaris
Linux Series (Redhat, Debian, SUSE, Mandrake, Knoppix)
Mac, dan lain sebagainya.


Masing-masing sistem operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan analisis dalam memilih sistem operasi mana yang sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa kategori yang sebagai prasyarat untuk memilih Network Operating System (NOS) yang sesuai kebutuhan sebagai berikut :

a. Architecture

Perusahaan-perusahaan yang memiliki beban kerja yang dinamis perlu memperhatikan arsitektur NOS

b. Scalability

Beberapa hal pertimbangan pemilihan NOS untuk mendukung skala usaha yang menggunakan NOS

c. Availability dan Reliability

Memiliki fitur file locking, mendukung RAID (Redudant Arrays of Inexpensive Disk), berbagai tipe dari pengalihan kegagalan pada klien (client failover) ketika suatu server mengalami kegagalan dan mendukung konfigurasi fault-tolerant hardware. ini semua merupakan hal yang penting untuk perusahaan yang mengandalkan jaringan sebagai bagian kritis dari operasi bisnis harian mereka.

d. Clients supported

Kebanyakan perusahaan memiliki berbagai macam operating sistem di setiap dekstopnya diantaranya: DOS, DOS/Windows, Windows for Workgroup, Windows 95/98, Windows NT Workstation, Macintosh, OS/2 dan Unix serta peralatan-peralatan seperti terminal X-Windows, terminal character cell(teller terminal, point of sale devices dll). Suatu NOS harus dapat mendukung semua hal di atas.

e. Network Printing

Printing merupakan salah satu dari fungsi-fungsi utama dari NOS. Perusahaan harus dapat mengetahui jawaban dari beberapa hal berikut dalam memilih NOS :

Berapa jumlah printer yang mampu didukung setiap server

Printer banyak Dapat dikendalikan oleh satu antrian print

Dapatkah banyak antrian print mengendalikan satu printer

Dapatkah NOS membangkitkan sinyal alarm ke operator jika timbul masalah ketika mencetak

Dapatkah NOS memberitahu pemakai apabila tugas pencetakan telah selesai

Dapatkah fungsi pencetakan di-manage dari jauh

f. Network Media

Berbagai tipe media jaringan telah banyak digunakan dalam perusahaan seperti media Ethernet, Token Ring, asynchronous dan synchronous telephone lines, Packet Switched Data Networks(PSDN) seperti X.25, fiber optic dan Integrated Services Digital Network (ISDN). Tanpa kemampuan dukungan terhadap semua hal di atas maka sangat sukar bagi suatu perusahaan untuk membangun infrastuktur jaringan yang paling optimal untuk kebutuhan jaringannya.

g. Network Protocols

Pemilihan NOS harus mempertimbangkan kompatibilitas antara protocol jaringan yang digunakan dengan NOS yang meliputi 3270 dan asynchronous terminal emulation, AppleTalk filing protocol (AFP), TCP/IP, Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), SNA, SNA LU6.2, SNA Advanced Program-to-Program Communication (APPC), File Transfer Protocol (FTP), Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX), NetWare file services, NetWare print services, NetBIOS, dan NetBEUI. Kategori ini juga mempertimbangkan apakah akses client ke server melalui suatu saluran asynchronous, PSDN, Internet atau ISDN.

h. Network Services

Kategori ini untuk mengevaluasi platform NOS untuk menentukan apakah NOS tersebut menyediakan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk directory services yang mengijinkan user mengakses layanan jaringan tanpa perlu mengetahui alamat jaringan, layanan keamanan yang mengontrol akses ke fungsi-fungsi directory management dan menentukan apakah NOS mendukung tool-tool dan layanan-layanan yang sudah dispesifikasikan oleh Dekstop Management Task Force (DMTF).

i. Server Management

Memastikan ketersediaan tool untuk me-manage platform NOS, termasuk audit trail functions, file management, user account management, error reporting, dan server performance reporting. Perusahaan memerlukan informasi ini untuk peng-administrasian NOS platform.

j. Security

Mengevaluasi kesesuaian standar platform NOS, dukungan terhadap access control list, disk quotas, automatic discovery dan management dari penyusup, dukungan terhadap callback modem, dukungan terhadap security management system seperti Kerberos, dan apakah encryption services tersedia.

k. Functionality/Utility

Proses konsolidasi server-server fungsi tunggal ke dalam server-server multi fungsi harus mengevaluasi insfrastruktur platform NOS. Suatu operating system fungsi tunggal dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi untuk layanan file dan print namun memerlukan dukungan operating system lain untuk sebagai platform layanan aplikasi. Suatu general purpose operating system dapat mendukung mutlifunctions server sehingga dapat mengurangi management dan biaya sistem.

l. Application development tools

NOS platform harus dapat mendukung layanan aplikasi sebaik dukungan terhadap layanan file dan print. Kategori ini meninjau ketersediaan dari third generation language (3GLs), fourth generation language (4GLs), object oriented development tools dan tool untuk team programming di setiap NOS paltform.

m. Data access

NOS platform harus dapat mendukung aplikasi-aplikasi yang lebih kompleks sehingga harus juga mendukung file access methode dan indexed file access method. Kategori ini mengevaluasi dukungan NOS platform untuk file services.

n. Database support

Software database biasanya merupakan bagian dari infrastuktur distributed applications. Kategori ini mengevaluasi software database yang tersedia pada setiap NOS platform.

o. Applications

Kategori ini untuk mengevaluasi layanan aplikasi apa saja yang tersedia pada setiap NOS platform seperti mail client, mail server, word proccessing client, spreadsheet