Sabtu, 13 Oktober 2012

MEMILIH KOMPONEN SERVER

                                                     MEMILIH KOMPONEN SERVER
Spesifikasi komponen server sedikit berbeda dengan komputer desktop, yang perlu kita perhatikan saat membangun komputer server adalah kecepatan transfer data dan proses.
Kecepatan transfer data dipengaruhi oleh lebar jalur data, motherboard, kapasitas memory, cache perangkat keras dan bandwidth perangkat jaringan LAN Card.
Kecepatan proses dipengaruhi oleh jenis prosessor dan frekuensi CPU.
Lihat gambar di bawah menunjukkan bagian terpenting komponen komponen server. Kita memilih komponen server dengan pertimbangan kecepatan transfer data, kecepatan proses data dan bandwidth maksimum transfer data yang melalui jaringan LAN (Local Area Networking).

MEMILIH SISTEM OPERASI UNTUK JARINGAN


           MEMILIH SISTEM OPERASI UNTUK JARINGAN

Sistem operasi jaringan merupakan sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan yang didesain terutama untuk mendukung printer sharing, common file system dan database sharing, application sharing dan kemampuan untuk me-manage suatunetwork name directory, system keamanan, dan pengawasan segala aspek jaringan.
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalamjaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Perangkat lunak dalam sebuah jaringan komputer terdiri dari dua perangkatutama, yaitu:
• Perangkat lunak sistem operasi jaringan.
• Sistem aplikasi yang digunakan untuk bekerja
Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah
Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win XP, Win NT, Win Vista)
Unix
San Solaris
Linux Series (Redhat, Debian, SUSE, Mandrake, Knoppix)
Mac, dan lain sebagainya.

Masing-masing sistem operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan analisis dalam memilih sistem operasi mana yang sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa kategori yang sebagai prasyarat untuk memilih Network Operating System (NOS) yang sesuai kebutuhan sebagai berikut :
a. Architecture
Perusahaan-perusahaan yang memiliki beban kerja yang dinamis perlu memperhatikan arsitektur NOS
b. Scalability
Beberapa hal pertimbangan pemilihan NOS untuk mendukung skala usaha yang menggunakan NOS
c. Availability dan Reliability
Memiliki fitur file locking, mendukung RAID (Redudant Arrays of Inexpensive Disk), berbagai tipe dari pengalihan kegagalan pada klien (client failover) ketika suatu server mengalami kegagalan dan mendukung konfigurasi fault-tolerant hardware. ini semua merupakan hal yang penting untuk perusahaan yang mengandalkan jaringan sebagai bagian kritis dari operasi bisnis harian mereka.
d. Clients supported
Kebanyakan perusahaan memiliki berbagai macam operating sistem di setiap dekstopnya diantaranya: DOS, DOS/Windows, Windows for Workgroup, Windows 95/98, Windows NT Workstation, Macintosh, OS/2 dan Unix serta peralatan-peralatan seperti terminal X-Windows, terminal character cell(teller terminal, point of sale devices dll). Suatu NOS harus dapat mendukung semua hal di atas.
e. Network Printing
Printing merupakan salah satu dari fungsi-fungsi utama dari NOS. Perusahaan harus dapat mengetahui jawaban dari beberapa hal berikut dalam memilih NOS :
Berapa jumlah printer yang mampu didukung setiap server
Printer banyak Dapat dikendalikan oleh satu antrian print
Dapatkah banyak antrian print mengendalikan satu printer
Dapatkah NOS membangkitkan sinyal alarm ke operator jika timbul masalah ketika mencetak
Dapatkah NOS memberitahu pemakai apabila tugas pencetakan telah selesai
Dapatkah fungsi pencetakan di-manage dari jauh
f. Network Media
Berbagai tipe media jaringan telah banyak digunakan dalam perusahaan seperti media Ethernet, Token Ring, asynchronous dan synchronous telephone lines, Packet Switched Data Networks(PSDN) seperti X.25, fiber optic dan Integrated Services Digital Network (ISDN). Tanpa kemampuan dukungan terhadap semua hal di atas maka sangat sukar bagi suatu perusahaan untuk membangun infrastuktur jaringan yang paling optimal untuk kebutuhan jaringannya.
g. Network Protocols
Pemilihan NOS harus mempertimbangkan kompatibilitas antara protocol jaringan yang digunakan dengan NOS yang meliputi 3270 dan asynchronous terminal emulation, AppleTalk filing protocol (AFP), TCP/IP, Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), SNA, SNA LU6.2, SNA Advanced Program-to-Program Communication (APPC), File Transfer Protocol (FTP), Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX), NetWare file services, NetWare print services, NetBIOS, dan NetBEUI. Kategori ini juga mempertimbangkan apakah akses client ke server melalui suatu saluran asynchronous, PSDN, Internet atau ISDN.
h. Network Services
Kategori ini untuk mengevaluasi platform NOS untuk menentukan apakah NOS tersebut menyediakan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk directory services yang mengijinkan user mengakses layanan jaringan tanpa perlu mengetahui alamat jaringan, layanan keamanan yang mengontrol akses ke fungsi-fungsi directory management dan menentukan apakah NOS mendukung tool-tool dan layanan-layanan yang sudah dispesifikasikan oleh Dekstop Management Task Force (DMTF).
i. Server Management
Memastikan ketersediaan tool untuk me-manage platform NOS, termasuk audit trail functions, file management, user account management, error reporting, dan server performance reporting. Perusahaan memerlukan informasi ini untuk peng-administrasian NOS platform.
j. Security
Mengevaluasi kesesuaian standar platform NOS, dukungan terhadap access control list, disk quotas, automatic discovery dan management dari penyusup, dukungan terhadap callback modem, dukungan terhadap security management system seperti Kerberos, dan apakah encryption services tersedia.
k. Functionality/Utility
Proses konsolidasi server-server fungsi tunggal ke dalam server-server multi fungsi harus mengevaluasi insfrastruktur platform NOS. Suatu operating system fungsi tunggal dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi untuk layanan file dan print namun memerlukan dukungan operating system lain untuk sebagai platform layanan aplikasi. Suatu general purpose operating system dapat mendukung mutlifunctions server sehingga dapat mengurangi management dan biaya sistem.
l. Application development tools
NOS platform harus dapat mendukung layanan aplikasi sebaik dukungan terhadap layanan file dan print. Kategori ini meninjau ketersediaan dari third generation language (3GLs),fourth generation language (4GLs), object oriented development tools dan tool untuk team programming di setiap NOS paltform.
m. Data access
NOS platform harus dapat mendukung aplikasi-aplikasi yang lebih kompleks sehingga harus juga mendukung file access methode dan indexed file access method. Kategori ini mengevaluasi dukungan NOS platform untuk file services.
n. Database support
Software database biasanya merupakan bagian dari infrastuktur distributed applications. Kategori ini mengevaluasi software database yang tersedia pada setiap NOS platform.
o. Applications
Kategori ini untuk mengevaluasi layanan aplikasi apa saja yang tersedia pada setiap NOS platform seperti mail client, mail server, word proccessing client, spreadsheet

Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah

Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah

Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak digunakan.

1. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus

Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.

Karakteristik topologi Bus adalah:
merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal.

Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA.

b) Kabel dan konektor

Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.

Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:
Konektor BNC Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.
TerminatorBNC Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.

2. Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star

Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.

Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.

Karateristik topologi Star adalah:
Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.

Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

1. Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.

2. Kabel dan Konektor

Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih biru).

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.

Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC

Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti.

Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.
Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:

1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard

Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.

2) Pemasangan Kabel pada Konektor
Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.

Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:

1. Kabel Lurus (Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.

2. Kabel Silang (Crossover Cable)
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.

3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan
Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus
Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star
Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.

Selasa, 02 Oktober 2012

Mengimplementasi Perubahan WAN

Mengimplementasi Perubahan WAN

1.Mengkonfirmasi kebutuhan klien dan perangkat jaringan Kebutuhan pelanggan ditegaskan dan divalidasi sesuai permintaan.
Lingkup permintaan layanan internet ditentukan dengan menyerahkan pada kebutuhan pelanggan.
Pertimbangan diberikan untuk redundansi dengan menyerahkan pada fault tolerance, backup link dan konfigurasi gateway.
Komponen jaringan berupa perangkat keras dan perangkat lunak diidentifikasi sesuai permintaan.
Spesifikasi perangkat ditegaskan dan ketersediaan komponen dijamin. Pembuatan spesifikasi perangkat jaringan komputer
Penjelasan spesifikasi perangkat jaringan komputer dari sisi teknis dan ekonomis.
Penjelasan fungsi perangkat jaringan komputer.
Penjelasan kelebihan/feature dan kelemahan dari setiap perangkat jaringan komputer.
Penjelasan kualitas koneksi Internet berdasarkan content , Rasio dan harga.

Mengidentifikasi spesifikasi perangkat jaringan komputer.
Memaparkan produk jaringan komputer dari setiap vendor.
Menjelaskan fungsi perangkat jaringan komputer.
Menjelaskan lingkup layanan internet.
Mengidentifikasi perangkat jaringan komputer yang akan di konfigurasi
Menentukan Internet Service Provider berdasarkan pertimbangan kualitas dan harga. Tes tertulis
Merangkum materi dan modul
Laporan hasil praktikum
Tugas artikel dari internetKeaktifan peserta didik dalam kelas 6 16 4 Buku Konsep instalasi dan keamanan jaringan
Internet
Majalah Internet

2.Meninjau masalah keamanan Fitur keamanan pada gateway internet diakses dengan rekomendasi pada arsitektur jaringan dan rencana keamanan perusahaan.
Rekomendasi pada firewall dan ukuran keamanan yang lain didiskusikan dengan ISP jika diminta.
Ringkasan dari rencana keamanan perusahaan diberikan pada pengguna dengan rekomendasi pada pengguna internet. Konsep keamanan jaringan (Firewall).
Perencanaan Sistem Keamanan jaringan. Melaksanakan konsep keamanan jaringan pada jaringan public.
Mendiskusikan sistem keamanan yang akan diterapkan.
Memaparkan sistem keamanan yang digunakan
Melaksanakan konsep keamanan bertingkat pada jaringan public
Tes Tertulis
Diskusi
Tes Praktek
Pengamatan/ Observasi
6 16 4 Buku Konsep instalasi dan keamanan jaringan
Internet
Majalah Internet
Komputer

3.Memasang dan mengkonfigurasi produk dan perangkat gateway Proses pemasangan dan konfigurasi diidentifikasi.
Produk dan perangkat gateway dipasang dan dikonfigurasi sesuai kebutuhan teknis.
Pengujian direncanakan dan dijalankan sesuai dengan rekomendasi pada kebutuhan klien dan dampak dari jaringan.
Laporan kesalahan dianalisis dan perubahan dibuat sesuai permintaan. Penerapan Topologi pada jaringan public.
Pengkonfigurasian perangkat pada jaringan public (gateway).
Penyusunan Log sheet/report sheet
Memasang perangkat sesuai dengan SOP
Menngkonfigurasi Gateway internet
Menjalankan Gateway Internet
Menguji kinerja Gateway
Membuat log sheet/report sheet Tes tertulis
Merangkum materi dan modul
Laporan hasil praktikum
Tugas artikel dari internet
Keaktifan peserta didik dalam kelas 6 16 4 Buku Konsep instalasi dan keamanan jaringan
Internet
Majalah Internet
Komputer

4.Mengkonfigurasi dan menguji titik jaringan. Titik jaringan ditetapkan pada gateway yang spesifik sebagai permintaan dari arsitektur jaringan dan kebutuhan klien.
Tipe koneksi ditentukan dan dikonfigurasi dengan rekomendasi arsitektur jaringan dan kebutuhan klien.
Perangkat keras/ perangkat lunak dikonfigurasi sesuai permintaan berdasarkan pada spesifikasi vendor serta kebutuhan klien. Penentuan spesifikasi jaringan computer untuk client
Penentuan konfigurasi networkj dari client
Topologi Jaringan Komputer
Memasang dan mengkonfigurasi gateway sebagai interface client dan internet
Membuat topologi / tipe koneksi jaringan public,sesuai dengan kebutuhan client yang akan terhubung internet.
Memasang dan mengkonfirasi komponen jaringan (Hardware/software) komputer sesuai SOP.
Tes Tertulis
Tes Praktek
Diskusi
Pengamatan/ Observasi
Produk 6 16 4 Buku Konsep instalasi dan keamanan jaringan
Internet
Majalah Internet
Komputer

5.Mengimplementasi perubahan Rencana Backup dan recovery untuk memproteksi kegagalan implementasi dikembangkan untuk kelangsungan bisnis dan kekritisan komponen TI.
Bahan pelatihan diperbaharui sesuai dengan perubahan dan kebutuhan pelatihan pada pengguna.
Perubahan terhadap penerimaan sistem produksi ditinjau sesuai kebutuhan teknis.
Perubahan pada sistem produksi dijalankan berdasarkan kebutuhan bisnis.
Permintaan perubahan dan dokumentasi sistem yang lain dilengkapi dan diperbaharui. Perencanaan dan penerapan Backup dan recovery system pada jalur koneksi, sesuai dengan kebutuhan.
Penyusunan log Sheet dan Report Sheet Merencanakan backup & Recovery pada koneksi internet dari client
Membuat pertimbangan teknis dan bisnis dalam penerapan koneksi internet.
Mendokumentasikan setiap kegagalan koneksi
Melakukan perubahan sesuai kebutuhan teknis.
Melakukan pelatihan sebagai tindak lanjut perubahan
Menerapkan solusi backup dan recovery koneksi internet.


Cara Optimasi Jaringan atau Network

Beberapa Cara Optimasi Pada Jaringan atau Network

Apa yang terjadi pada jaringan sederhana yang kita kelola? setiap perusahaan selalu menginginkan dan terus memaksimalkan jaringannya dari yang terendah sampai pada puncak maksimal yang di usahakan secara terus berkelanjutan jangka panjang, semua itu tidak lepas dari stabilitas dan daya tahan, setuju...? Apakah pengguna call dengan keluhan: "Jaringan ini berjalan lambat", atau sudah menunggu sepuluh menit dokumen untuk dicetak", atau "file servernya yang rendah."? Apakah ini jaringan yang sama yang digunakan untuk memiliki satu file server, workstation 25, dan hanya satu protokol jaringan?

Apa yang Anda miliki sekarang adalah sebuah internetwork yang menjalankan TCP / IP, SNA, NetWare, dan protokol NetBEUI. Jaringan sederhana berkembang terdiri dari lima cincin token yang terpisah dengan lebih dari 400 workstation dan file server 30, dan teknisi perusahaan harus ingat dan paham tentang hal ini.


Sebuah jaringan yang digunakan mudah untuk mengelola sekarang memerlukan satu set, yang rumit rumit yang melibatkan langkah-langkah teknis yang bergerak dihitung untuk mengelola internetwork. Teknik yang tersedia untuk membantu Anda mendapatkan pegangan pada jaringan yaitu mengerti bagaimana berjalan dan cara melakukannya, dan juga bagaimana memanfaatkan teknologi inovatif Anda menerapkannya. Anda juga dapat menggunakan teknik-teknik tertentu berdasarkan pengukuran yang dihitung sebagai mengimplementasikan perubahan-perubahan, sehingga jaringan anda akan berjalan dan melakukan yang lebih baik. Ini dikenal sebagai optimasi jaringan.


Jaringan optimasi adalah proses mengukur ke tingkat beban kerja didefinisikan karakteristik jaringan dan kemudian membuat modifikasi untuk tata letak jaringan, desain, dan konfigurasi untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Paling sering kadang melibatkan optimasi jaringan menggunakan protocol analyzer untuk mengevaluasi operasi jaringan yang lengkap, termasuk semua hardware dan komponen perangkat lunak. Setelah mengevaluasi kondisi operasional jaringan, langkah berikutnya adalah untuk menyempurnakan semua komponen. Tujuannya adalah untuk membuat komponen-komponen jaringan kerja bersama sehingga internetwork Anda dapat melakukan misi-kritis operasi untuk yang dimaksudkan yaitu pada tingkat kinerja yang lebih tinggi.

Protokol analisis memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan dan melihat data pada jaringan Anda untuk membantu memahami bagaimana data yang bermasalah. Analisa protokol sebagian besar independen dari protokol, sistem operasi jaringan yang dijalankan, atau jenis aplikasi pada jaringan. Protokol analisis perlu dikonfigurasi, dan membutuhkan keahlian tertentu yang ditetapkan untuk menggunakannya secara efektif.

yang perlu diperhatikan lagi adalag Optimasi dan Alat Pemecahan Masalah," membahas secara rinci operasi internal dan kerja dari protocol analyzer. Ini juga mengkaji beberapa yang terkenal, lapangan diterapkan protokol analisis di pasar saat ini.

Hal ini penting untuk memahami bahwa protocol analyzer sebenarnya memungkinkan kita untuk memeriksa protokol pada jaringan. Protokol adalah kendaraan transmisi aktual digunakan untuk mendapatkan data dari satu titik ke titik lain dalam internetwork, terlepas dari entitas melakukan transmisi pada jaringan. Satu-satunya cara untuk benar-benar melihat dan memecahkan masalah dalam protokol itu sendiri adalah dengan protocol analyzer.

Beberapa alat tersedia saat ini memungkinkan kita untuk menampilkan hanya pada statistik dari protokol dan bagaimana cara mempengaruhi jaringan yang lebih tepat diberi label alat pemantauan yaitu sebuah penganalisa protokol yang lebih mendalam dari alat pemantauan, dan memungkinkan kita untuk melihat internal dari protokol dan operasinya.

Memahami Optimasi Jaringan

Optimasi jaringan yang baik memerlukan pemahaman tentang kapan harus menggunakan protocol analyzer atau alat jaringan monitoring untuk mendapatkan statistik untuk fase tertentu optimasi jaringan yang berlaku pada waktu tertentu. Beberapa masalah yang diidentifikasi sementara troubleshooting internetwork yang besar selalu memicu perlunya penganalisis protokol atau alat pemantauan jaringan. (Kemudian dalam buku ini, pembahasan rinci menggambarkan perbedaan antara operasi internal dari alat-alat monitoring jaringan dan analisa protokol.)

Sebelum Anda melangkah lebih jauh, istilah-istilah berikut harus ditentukan :

Topologi adalah layout fisik dan logis dari jaringan. Sebagian besar jenis jaringan memiliki topologi karakteristik.

Protokol jaringan adalah metode, tertib yang ditetapkan oleh perangkat pada LAN dengan berkomunikasi satu sama lain.

Jaringan arsitektur adalah desain yang mengintegrasikan topologi jaringan dengan protokol jaringan. Arsitektur jaringan menggambarkan komponen fisik jaringan, termasuk kabel dan perangkat elektronik.
Bila jaringan yang baru dipasang atau dilaksanakan di lokasi tunggal atau multilokasi, penting untuk mengevaluasi kesehatan keseluruhan jaringan. Tapi ketika jaringan telah berkembang selama jangka waktu yang panjang dan telah mengalami sejumlah modifikasi, jaringan ini dianggap sebuah jaringan, dewasa teknis bermigrasi, dan kemungkinan besar akan menunjukkan berbagai perilaku yang memerlukan alat jaringan pemantauan atau protocol analyzer. Biasanya jaringan ini adalah kandidat utama untuk optimasi jaringan untuk mencapai kinerja terbaik.

Bila jaringan yang tidak berkinerja baik dan mengalami masalah yang memerlukan pemecahan masalah, pendekatan yang lebih baik mungkin untuk upaya optimalisasi kinerja mereka dan operasi, bukan hanya pemecahan masalah untuk menyelesaikan masalah saat ini. Dengan kata lain, perusahaan mungkin perlu untuk mengambil segar melihat pendekatan terhadap masalah jaringan: bukan hanya mengisolasi masalah, mungkin lebih baik untuk memeriksa seluruh jaringan menggunakan protocol analyzer atau alat pemantauan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan.

Sebuah titik fokus optimasi jaringan saat ini adalah bahwa sekarang banyak jaringan yang terhubung ke jaringan lain melalui koneksi jaringan area luas. Berbagai metodologi koneksi luas dan pendekatan yang digunakan, dari sirkuit terhubung langsung ke frame relay implementasi. Semua jenis konfigurasi perlu dioptimalkan. Sebuah penganalisa protokol memungkinkan seorang analis untuk melakukan link komunikasi ukuran dan optimalisasi throughput dari link ke link.

Untuk jaringan saat ini di tempat yang telah mengalami migrasi teknis yang ekstensif selama periode waktu, harus fokus dengan jelas memeriksa jaringan dari garis pangkal. Mendiskusikan jaringan dan bagaimana menggunakannya sebagai metodologi studi untuk jaringan dengan masalah.

Jaringan yang telah mengalami migrasi teknis yang luas mungkin memiliki berbagai komponen teknologi diterapkan di seluruh infrastruktur mereka. Sebagai contoh, jaringan mungkin memiliki beberapa file server di tempat; beberapa aplikasi ditempatkan pada titik-titik yang berbeda; berbagai kelompok pengguna yang berbeda menggunakan layanan dari beberapa titik, sebuah kelompok koneksi jaringan komunikasi, termasuk jalur masuk dan keluar untuk berbagai alasan, dan berbagai pilihan penggunaan jaringan hardware umum dan titik perangkat lunak yang merupakan kunci dan digunakan di seluruh infrastruktur.

Sebuah jaringan yang telah mengalami migrasi yang luas biasanya adalah jaringan yang memiliki perubahan sering dilakukan. Dalam lingkungan jaringan saat ini, staf yang mempertahankan jaringan jenis ini sering tidak punya waktu untuk mengukur dampak dari setiap perubahan, alat, bagaimanapun, yang tersedia untuk melakukannya. Cara yang tersedia untuk mengukur perubahan ini relatif cepat, dan untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana jaringan melakukan dari fase ke fase dan perubahan untuk berubah.

Setiap jaringan beroperasi dengan cara yang khas. Sebagai perangkat keras baru dan teknologi perangkat lunak diimplementasikan pada jaringan, statistik operasional tertentu dapat menunjukkan bagaimana jaringan telah berubah dalam menanggapi bahwa modifikasi tertentu. Sebuah penganalisa protokol dapat digunakan untuk memeriksa jaringan ini setelah setiap perubahan besar telah dilaksanakan pada setiap desain jaringan. Penganalisa protokol dapat digunakan untuk memeriksa arus lalu lintas dan berbagai statistik pada jaringan, setelah perubahan dilaksanakan. Hal ini memungkinkan manajer jaringan atau analis untuk melihat efisiensi dan kinerja jaringan, dan bagaimana perubahan benar-benar terpengaruh kinerjanya.

Melalui dokumentasi yang tepat dan set keterampilan organisasi, manajer analis atau jaringan dapat mengukur perubahan dengan protocol analyzer atau alat jaringan pemantauan, dan kemudian dokumen itu berubah. Hal ini memungkinkan tim manajemen jaringan untuk mengambil dekat terlihat sangat pada apakah modifikasi tertentu itu dibenarkan dan jika perubahan benar-benar diperbaiki atau terpengaruh operasi jalan itu dimaksudkan.

Tujuannya di sini adalah mulai memanfaatkan analisa untuk mengoptimalkan kinerja jaringan sebagai perubahan terjadi. Produk harus dipetik tidak hanya untuk fungsi mereka, tetapi juga untuk utilitas mereka dalam optimasi. Masa depan persyaratan baru bagi jaringan; bandwidth jaringan, bersama dengan semua investasi perangkat keras dan teknologi 'hanya dapat menyediakan kapasitas begitu banyak. Alat-alat yang tersedia saat ini memungkinkan seorang analis untuk memaksimalkan penggunaan jaringan masing-masing dan mengoptimalkan itu, dalam menghadapi perubahan harian.

Implementasi Jaringan Baru

Instalasi jaringan baru biasanya melibatkan berbagai personil dan kelompok produk untuk diterapkan, semua dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya pendekatan adalah untuk memiliki semacam rencana proyek, menerapkan produk, dan mengubah jaringan hidup ke dalam fase produksi. Berbagai tes dapat dijalankan dengan protocol analyzer atau alat jaringan monitoring untuk memastikan bahwa kinerja jaringan pada tingkat optimum dari hari dihidupkan kembali ke modus produksi. Buku ini membahas berbagai baselining dan statistik pengujian yang dapat diperiksa dengan alat monitor jaringan dan analisa protokol untuk memverifikasi kesehatan jaringan baru yang akan dipasang.

Kuncinya adalah untuk memastikan bahwa jaringan beroperasi pada tingkat optimum pada tanggal instalasi asli produksi. Karena instalasi jaringan baru dapat melibatkan protokol baru, aplikasi baru, workstation baru dan kerang file server, dan sistem jaringan baru operasi, sangat penting untuk memanfaatkan protocol analyzer untuk fokus pada kinerja dari protokol diterapkan segera setelah pelaksanaan awal jaringan.

Selain itu, banyak shell dan file-server parameter konfigurasi perlu ditetapkan pada awal instalasi jaringan baru yang akan mempengaruhi proses komunikasi jaringan. Sebuah penganalisa protokol memungkinkan pengguna untuk memeriksa kinerja jaringan setelah instalasi, dan untuk membuat perubahan pada konfigurasi pada kedua workstation dan file server untuk melaksanakan kinerja jaringan komunikasi terbaik.

Standar industri pertimbangan throughput yang ada untuk seberapa cepat jaringan data ditransfer melalui jaringan dan bagaimana jaringan melakukan. Buku ini membahas secara rinci tingkat throughput yang mereka dan standar. Sebuah penganalisa protokol modern dilengkapi untuk analisis jaringan di semua wilayah kinerja jaringan utama.

Reaktif Masalah Analisis

Dukungan internetwork berarti sehari tips dari berbagai isu dan masalah. Sejumlah besar keluhan tentang kinerja kekhawatiran hari ini internetwork: jaringan berjalan lambat, jaringan file server hang, gangguan layanan selama operasi file server tertentu, dan sebagainya. Jelas, sejumlah besar masalah koneksi terkait dengan kegagalan komunikasi jaringan karena masalah hardware atau software konfigurasi dan tata letak. Sebuah penganalisa protokol khusus memungkinkan untuk memeriksa jaringan komunikasi yang terjadi antara workstation dan server file dalam semua poin internetwork kunci komunikasi.

Sebuah penganalisa protokol dapat digunakan untuk memeriksa dari awal sampai akhir percakapan yang mungkin terjadi antara workstation dan file server. Waktu spesifik menunjukkan apakah percakapan percakapan terjadi dalam apa yang dianggap sebagai kisaran normal. Kemudian dalam buku ini, standar-standar dan rentang dibahas bersama dengan cara untuk memeriksa mereka interval waktu. Intinya adalah bahwa penganalisis protokol dapat digunakan untuk memeriksa komunikasi pada jaringan yang mengalami masalah, dan Anda dapat memecahkan masalah sejumlah besar kegagalan jaringan dan masalah kinerja dari sudut pandang komunikasi jaringan. Banyak kali, sebuah parameter konfigurasi yang sederhana atau modifikasi kecil untuk perangkat keras atau perangkat lunak tata letak adalah semua yang diperlukan untuk membuat jaringan tampil di tingkat optimal.

Artikel ini membahas beberapa teknik yang berfokus pada kinerja dan operasi waktu untuk komunikasi jaringan. Sadarilah bahwa ketika jenis tertentu dari kegagalan terjadi (misalnya, file server tidak dapat ditemukan atau operasi tertentu dibatalkan), penganalisis protokol dapat digunakan untuk memeriksa timing antara proses-proses tertentu dari workstation dan file server, dan mungkin jelas mengidentifikasi sumber masalah untuk masalah waktu jaringan yang terjadi.

Beberapa statistik yang diperoleh dari alat-alat monitoring jaringan dan analisa protokol dapat mengidentifikasi apakah faktor-faktor lain di jaringan, seperti tingkat lalu lintas tinggi, yang dapat menyebabkan gejala terjadi. Sehinga jelas mempelajari semua teknik dan operasi untuk mengoptimalkan jaringan untuk waktu komunikasi terbaik untuk menghilangkan hambatan untuk kinerja jaringan.

Wide Area Network (WAN) dan Internetwork Analisis

Seperti disebutkan sebelumnya, di lingkungan perusahaan saat ini jaringan banyak yang terhubung ke jaringan lain untuk menciptakan jaringan area luas (WAN) konfigurasi. Hal ini sering terjadi di perusahaan besar, tetapi perusahaan kecil juga menemukan kebutuhan untuk interkoneksi ke situs remote untuk komunikasi jaringan. Ini adalah saat yang tepat untuk memberikan beberapa definisi.

Sebuah internetwork adalah sekelompok jaringan yang menghubungkan bersama-sama di beberapa topologi umum atau untuk berkomunikasi dengan protokol umum atau ganda untuk mencapai interoperabilitas penuh. Istilah jaringan terbuka juga digunakan kadang-kadang. Sebuah jaringan area luas (WAN) adalah jaringan atau internetwork dikonfigurasi lebih dari lokasi geografis yang berbeda. Perhatikan bahwa titik fokus dari jaringan adalah memiliki komunikasi antara berbagai entitas yang berbeda tanpa keterbatasan dan dengan komputasi paling produktif mungkin. Protokol analisis memungkinkan pengguna untuk memeriksa komunikasi antara beberapa jaringan untuk menentukan efektivitas operasi bersama dengan ukuran interoperabilitas yang benar di beberapa link komunikasi.

Ketika beberapa jaringan berkomunikasi, rute perjalanan yang luas biasanya antara titik-titik jaringan berbagai oleh proses yang berbeda yang terlibat. Point-to-point masalah waktu karena itu penting. Sebuah penganalisa protokol atau alat jaringan monitoring, jika benar diterapkan, memungkinkan seorang analis untuk menguji kali transaksi antara titik jaringan yang berbeda dalam sebuah internetwork.

Hubungan komunikasi yang diperlukan dari titik ke titik dalam jaringan, dan ini perlu dikonfigurasi untuk komunikasi optimal. Jika link komunikasi tidak dikonfigurasi dengan benar, kemacetan dapat terjadi dan batas poin-to-point data berkecepatan. Hubungan komunikasi yang dipilih harus berukuran untuk menangani aliran diterapkan / tepat data untuk masalah jaringan yang berbeda. Sebuah penganalisa protokol memungkinkan pengguna untuk memeriksa link komunikasi secara keseluruhan ukuran antara titik yang berbeda, dan memeriksa apakah throughput sebenarnya tampil di tingkat optimal. Secara keseluruhan, pengguna dapat meneliti layout internetwork dari titik ke titik, untuk memverifikasi bahwa jaringan luas dikonfigurasi cara harus dan melakukan pada tingkat optimal.

Berbagai perangkat yang terlibat dalam konfigurasi jaringan luas, termasuk jembatan, router, hub, dan konfigurasi link komunikasi. Semua perangkat ini harus diperiksa, dan protokol analisis dan alat-alat jaringan monitoring adalah cara untuk melakukannya.

Jaringan Modifikasi Analisis

Setelah setiap modifikasi jaringan utama, langkah akhir penting adalah untuk menguji ulang jaringan dengan protocol analyzer untuk mendapatkan patokan tingkat kinerja jaringan. Hanya satu perubahan harus dibuat untuk jaringan pada satu waktu, diikuti dengan pengujian ulang jaringan dengan protocol analyzer untuk melihat efek pada kinerja.

Pengujian jaringan sebelum dan setelah perubahan memungkinkan Anda untuk mengevaluasi dan mendokumentasikan efek performa dari modifikasi jaringan. Sebagai contoh, jika sebuah protocol analyzer ditangkap tertentu workstation-to-file-server membaca di satu menit dan ada sekarang telah upgrade 16-megabyte memori file server, membaca jaringan harus diukur kembali; ini disebut analisis post. Setelah uji analisa selesai, hasil dari analisis pasca menunjukkan workstation-to-file-server membaca 20 detik - ini adalah peningkatan 40-detik pada kinerja untuk tugas tertentu.

Sekarang kita akan lebih memahami apa optimasi jaringan atau network dan mengapa itu diperlukan yaitu jelas untuk menjaga fungsi internetwork pada tingkat kinerja yang optimal, dan berikutnya memperkenalkan dua utama yang paling sering digunakan topologi untuk konfigurasi internetwork, dan perlu diperhatikan Ethernet dan Token Ring, teori optimasi jaringan, optimasi dan troubleshooting alat dan teknik yang diterapkan.

Sampai disini penjelasan tenatng Cara Optimasi Jaringan atau Network, semoga kita bisa lebih mengenal dan memahami untuk mengembangkan apa yang akan kita lakukan untuk melakukan optimasi network dengan benar, salam untuk semua pembaca dan semoga bermanfaat.

Memasang dan Mengkonfigurasi Produk dan Perangkat Gateway

Memasang dan Mengkonfigurasi Produk dan Perangkat Gateway

Installasi Jaringan WAN
Peralatan
1.Kompas dan peta topografi
2.Penggaris dan busur derajat
3.Pensil, penghapus, alat tulis
4.GPS, altimeter, klinometer
5.Kaca pantul dan teropong
6.Radio komunikasi (HT)
7.Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8.Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9.Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10.Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11.Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12.Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)


Survey Lokasi
1.Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2.Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3.Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4.Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5.Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6.Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat

Pemasangan Konektor
1.Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2.Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3.Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4.Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5.Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6.Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7.Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8.Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9.Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10.Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet

Pembuatan POE
1.Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2.POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3.Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4.Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter

Instalasi Antena
1.Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2.Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3.Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4.Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5.Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6.Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah

Instalasi Perangkat Radio
1.Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2.Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3.Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4.Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5.Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6.Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7.Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8.Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna

Pengujian Noise
1.Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2.Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3.Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4.Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5.Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6.Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7.Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena
1.Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2.Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3.Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4.Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5.Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena
1.Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2.Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3.Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4.Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5.Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6.Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7.Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

Pengujian Koneksi Radio
1.Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2.Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3.Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4.Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5.Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6.Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7.Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8.Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9.Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10.Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar
Pengkabelan Pada Wan
Router
Tahap-tahap dasar cara setting konfigurasi router seperti dibawah ini :

1. Setting host name
router#enable t
router(config)#hostname nama-router

2. Setting pasword console
router(config)# enable secret password-anda
router(config)# enable password password-anda

3. Membuat Paswword terencryption
router(config)# service password-encryption
router(config)# enable password password-anda

4. Setting vty dan aux
router(config)#line vty 0 4
router(config-line)#login
router(config-line)#password password-anda
router(config-line)#line con 0
router(config-line)#login
router(config-line)#password password-anda
router(config-line)# exit
router(config)# no service password-encryption
router(config)# ^Z
router(config)# wr mem

5. Setting terhadap FastEthernet fa 0/0
router#config t
router(config)#int fa0/0
router(config-if)# ip address 192.168.xx.x 255.255.xx.xx
router(config)#no shutdown
router(config)#exit

6. Setting terhadap Serial 0/0
router# config t
router(config)# int serial0/0
router(config-if)# ip address 192.168.xx.x 255.255.xx.xx
router(config)#no shutdown
router(config)#exit
Protokol Router
Router dan Switch
Router

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

Fungsi

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Analogi Router dan Switch
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

Jenis-jenis router

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

Switch jaringan


Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.


Cara Kerja Switch

Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.

Pengujian kelayakan jaringan
Broadcast Domain
Sebuah broadcast domain adalah sebuah divisi logis dari sebuah jaringan komputer, di mana semua node dapat mencapai satu sama lain dengan siaran pada lapisan data link. Sebuah broadcast domain dapat dalam segmen LAN yang sama atau dapat dijembatani ke segmen LAN lainnya.

Dalam hal teknologi yang populer sekarang: Setiap komputer yang terhubung ke repeater Ethernet sama atau switch adalah anggota dari broadcast domain yang sama. Selanjutnya, setiap komputer yang terhubung ke set yang sama switch saling terkoneksi / repeater adalah anggota broadcast domain yang sama. Router dan lainnya yang lebih tinggi-layer perangkat bentuk batas-batas antara domain broadcast.


Ini dibandingkan ke domain tabrakan, yang akan semua node pada set yang sama repeater saling terkait, dibagi dengan switch dan jembatan belajar. Tabrakan domain umumnya lebih kecil daripada, dan terkandung di dalam, domain broadcast.

Sementara beberapa lapis dua perangkat jaringan dapat membagi collision domain, broadcast domain hanya dibagi oleh lapisan 3 perangkat jaringan seperti router atau layer 3 switch.

MENINJAU MASALAH KEAMANAN

MENINJAU MASALAH KEAMANAN

OSI (Open System Interconnection) atau model referensi jaringan terbuka merupakan sebuah model arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh badanInternational Organization for Standardization (ISO).
Model OSI dibuat untuk mengatasi berbagai kendala internetworking akibat perbedaan arsitektur dan protokol jaringan.
Dibawah ini terdapat ilustrasi beserta penjelasan mengenai Model OSI dan ketujuh layernya.

Tabel OSILayer Tugas Contoh Protokol

7 (Application) Penghubung aplikasi dengan fungsionaitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan dan selanjutnya membuat pesan-pesan kesalahan. Pada layer ini terjadilah interaksi antara user dengan jaringan. FTP, talnet, HTTP, dan NFS

6 (Presentation) Mentranslasikan data yang hendak ditransmisi oleh aplikasi ke dalam format yang dapat diranslasikan oleh jaringan. Dan juga menangani kompresi data dan enkripsi. Remote Desktop Protocol(RDP) dan sejenis Redirector Software

5 (Session) Mendefinisikan bagaimana koneksi dimulai, dipelihara, dan diakhiri. Juga dilakukan resolusi nama. NETBIOS, NETBEUI, ADSP, dan PAP

4 (Transport) Memecah data menjadi paket-paket dataserta member nomor urut setiap paket sehingga dapat disusun kembali setelah diterima. Paket yang diterima dengan sukses akan diberi tandaacknowledgment, sedangkan yang rusak atau hilang di tengah jalan akan dikirim ulang. UDP, TCP, dan SPX

3 (Network) Mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Selain itu layer ini juga melakukan proses deteksi errordan transmisi ulang paket-paket yang error. IP, IPX

2 (Data Link) Menentukan bit-bit data untuk dikelompokkan menjadi format yang disebut frame. Pada layer ini terjadi error correction, flow control, MAC address, dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan bisa beroperasi. Menurut spesifikasi IEEE 802, layer ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC). Ethernet (802..2 & 802.3), Tokenring (802.5), dll

1 (Physical) Mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan, dan pengabelan, dan mendefinisikan NIC berinteraksi dengan mediawire atau wireless. Layer ini berkaitan langsung dengan besaran fisis seperti listrik, magnet, dan gelombang. 10baseT, 100baseT, RS232